Posts

Showing posts with the label Fanfiction AKB48

#Wmatsui - Rose

Image
Rena tak mengerti dengan sebuah mawar yang muncul di hadapannya sekarang. Rasanya sangat sulit untuk mengangkat sebelah tangan, dan menerimanya begitu saja. “ Arigatou , chotto-” Tenggorokan Rena tercekat. “ Nani? ” ekspresi Jurina berubah. Firasatnya memburuk, “Kau bilang kalau kau sudah memaafkan aku, bukan?” Rena mengangguk mantap. Tidak ada keraguan yang ada pada dirinya untuk perihal tersebut. Dia memang telah memaafkan semua kesalahan Jurina. Bahkan sekecil apapun itu. “Hanya saja-“ Kedua alis Jurina terangkat. Membuatnya geram, “ Nani yo? Terimalah mawar pemberianku ini! ” , paksa Jurina. Rena melirik Jurina sekali lagi. Kemudian menghela napas untuk sesuatu yang tak pernah dia sangka sebelumnya. “Dunia kita sudah berbeda, Jurina-chan. Cepat kembalilah!”  -end- Note : *Arigatou : Terima Kasih. *Chotto : Sebentar dulu. *Nani? : Ada apa?

Juri-chan

Image
“Takahashi Juri  desu ne ?” “ Hai .“ “Hmm…” “Ano, nan desu ka? ” “ Kawaiii desu ne ,” ujar laki-laki di depan Juri. Sembari melempar senyum genit yang membuat Juri tampak kesal dan ingin memukulnya. “ Nani yo? ” pekik lelaki itu sembari terkekeh. Kedua lengannya menahan tamparan Juri di lengannya. “ Usoo!  Mana mungkin dia akan segenit itu,” Juri-chan mengelak. Beberapa saat kemudian, tatapannya kembali lesu. Membuat Tano mendengus pelan kembali.

7 Ji 12 Fun

Image
Tepat pada kursi yang aku gunakan, sebelah otakku yakin bahwa dirimu akan kembali padaku. Bahkan tidak hanya setengah, melainkan seluruh raga yang kupunya mengharapmu datang sekarang.  Masih jelas teringat. Terpatri dengan rapi, segala kata yang pernah kau ucap. Saat bibirmu menyusun kata janji -bahwa kau akan mencintaiku selamanya- hatiku jelas bertabur bunga. Rasanya seolah dunia sudah menjagaku dengan takdir cinta yang memang kuharapkan darimu. Membuatku tersenyum, meski rahangku hampir pegal karena sudut bibir yang terlalu lama menarik ke atas karenanya. Masih jelas teringat. Terpatri dengan rapi, segala hangat yang kurasakan dari genggaman tanganmu. Saat hangatmu menjalar lembut dan merasuk melalu pori, segala syaraf bibirku menjadi kelu. Tak bisa berkata apa-apa, selain menyadari bahwa kau memang mencintaiku apa adanya.  Tentu, bukan perkara hal yang mudah, bukan? Saat diriku harus melepaskan genggaman dan melihatmu mengecil diterkam oleh siluet perpisah...

Introvert - Part 2 / Ending - [ Wmatsui ]

Image
“Aku tak percaya jika kenyataan beralih demikian. Padahal aku sudah terlanjur cinta.” “Baiklah,” putus Jurina seraya membenarkan posisi duduknya. Sorot matanya lalu merajam ke arah Rena. “Sederhana saja, aku hanya ingin kau tak terlalu menutup diri untuk orang lain.” Rena tak bergeming. Membiarkan Jurina melanjutkan apa yang hendak dia ucapkan. “Karena sebenernya masih ada banyak jenis kebahagiaan yang akan kau dapat dari teman-temanmu,” lanjut Jurina. “Jangan bilang jika selama ini kau memperhatikanku?” timpal Rena sebelum Jurina melanjutkan perkatannya. “ Naze ? Apa itu salah?” Rena tampak menahan nafas sedetik saat mendengar jawaban Jurina yang terkesan tak berdosa tersebut, “Tentu saja itu salah. Aku sama sekali tak mau menjadi pusat perhatian orang lain,” terang Rena sedikit jujur dengan apa yang dia idamkan di hidup ini. “Lagi pula, apa pedulimu?” tanya Rena sinis. “Aku hanya tidak mau saja kau mendapatkan dampak buruk dari sifatmu tersebut, Rena,” Jurina mengh...

Introvert - Part 1 - [ Wmatsui ]

Image
"Aku hanya ingin kau berubah. Hanya itu saja." Perlahan, kedua tangannya membuka amplop. Sesuai pikirnya, terdapat lembaran kertas di dalamnya. Ada perasaan yang ngeri untuk kali ini saat dia mencoba untuk menarik lembaran tersebut. Walau sebenarnya hal tersebut sering mewarnai siangnya belakangan ini, namun dirinya harus mengumpulkan keberanian untuk membuka lembaran dari dalam amplop yang dia dapat sekarang. Khusus hari ini, lembaran surat tersebut menjadi luar biasa untuknya. I always look and keep caring you. Suki nanda kimi ga suki nanda. Tertulis demikian, lembaran yang tengah dibentangkan. Sorot matanya mempelajari dua kalimat tersebut dengan seksama. Sedetik kemudian, genggaman tangannya melemah. Lembaran tersebut hampir lepas darinya. Rasanya sudah tak bisa lagi menahan segala luapan emosi yang hendak keluar dari kedua matanya. Pipinya yang lembut akhirnya terlukis bulir mata. Terisak menangis menatap lokernya yang terbuka. “ Boku no kataomoi dattan d...