Never Let You Hurt ( Part 2 )
Senja sudah mulai muncul saat aku melewati gerbang rumah sekaligus mobil ayah yang sudah terparkir di depan. Aku tahu, hari ini Aryo tidak menjemput Kinal, jadi mungkin dia sedang berada di dalam rumah sekarang. Buru-buru aku masuk melewati pintu rumah. Belum sampai aku masuk ke kamar, seseorang bersuara di ruang tamu. “Tumben baru pulang sekolah,” suara tersebut menghentikan langkahku. Aku membalikkan badanku padanya. Terlihat Aryo tengah duduk membaca buku. Aku kira selama ini dia tidak suka membaca.