Tanda Cinta Talinda



Sudah kusiapkan. Amplop yang di dalamnya terdapat puisi cinta. Dan sekarang amplop itu sedang duduk termenung di dalam saku baju seragamku.

Aku sedang mengintipnya dari mulut kelas. Terlihat dirinya sedang mendekati kelasku. Sekitar 5 detik lagi dia akan sampai. Baiklah, ini saatnya.

5....4....3....2....1....Baiklah aku akan memberikannya.

"Hai, Talinda", panggilku dengan tersenyum.

"Hai, Mike. Ada apa ya?", sapa dia menanggapiku dengan ramah.

"E,,..",

Namun saat hendak menyampaikan, tiba-tiba terdengar bunyi dari saku celanaku. "Ah Chester, apalagi sih.", gumamku pelan.

"Bentar ya,Lin", ijinku sebentar.

Lalu aku sedikit menjauhinya untuk mengangkat panggilan Chester. Tentunya dengan nada yang pelan juga.

"Hallo."
"Halo, Mike. Puisi gue udah lo kasih?"
"Belum."
"Syukurlah"
"Emang kenapa?"
"Entar gue ceritain."
"Oke"

Lalu kemudian dia menutup teleponnya. Bersamaan dengan itu, senyumku terbuka lebar. Setidaknya itu akan membuat senyumku terbuka sampai Chester, teman sejatiku tersebut benar-benar akan menyatakan cintanya. Apalagi jika Talinda juga berperasaan sama. Bahaya.

Comments

Popular posts from this blog

Fungsi,Syarat,Bahan Utama,dan Bentuk Komponen Rangka Sepeda Motor [Otomotif]

Keseimbangan Cinta

Jenderal Kagami yang Berekor Nakal