Waktu Yang Tepat Untuk Berpisah


Hari ini adalah hari terburuk dari hari lainya. Hari dimana menggenggam tanganmu itu adalah sebuah anugrah terbesar dalam hidupku. Anugrah yang nantinya bakalan dilarang untuk dilakukan ulang.

Sebelumnya kita telah lama membicarakan masalah keyakinan yang berbeda ini. Lalu bernegosiasi dengan orang tuamu dan hasilnya nihil. Orang tuamu memilih kita tuk berpisah.

Apakah keyakinan harus dibicarakan? 
Apakah keyakinan harus dipermasalahkan?
Dan
Apakah keyakinan harus memaksa kita untuk berhenti sampai disini?

Bulat sudah keputusan bapakmu. Dan tak ada lagi negosiasi terulang bersamanya. Sekarang, tinggal pasrah lah yang menjadi pilihan terakhirku. Dan merelakanmu adalah senjata terbaik untuk menghadang kegalauan.

Biarkan taman ini, menjadi saksi cinta kita. Saksi akan gugurnya sebuah jalinan yang luar biasa. 

Kini ku lepaskan genggamanku. Dan langkah kakinya semakin menjauh seiring pertambahan waktu. Dia tak lagi menoleh. Menoleh dengan tatapan segalanya. Ku tahu dia sedih. Kita harus berakhir disini dan meninggalkan sejuta janji sehidup semati yang gagal terealisasi.

Selamat tinggal, Mantan.
Doakan aku untuk bisa kuat menjalani hari berikutnya tanpamu.

Comments

Popular posts from this blog

Fungsi,Syarat,Bahan Utama,dan Bentuk Komponen Rangka Sepeda Motor [Otomotif]

Keseimbangan Cinta

Jenderal Kagami yang Berekor Nakal